Orang shaleh = Ahli sedekah.

Senin, 07 November 2011

Dakwah dengan berjamaah

Dalam berdakwah, nabi Muhammad SAW tidak melakukannya seorang diri melainkan dengan cara berorganisasi (berjamaah), yaitu dengan membentuk organisasi Islam (organisasi Muslimin).

Setiap organisasi Islam yg ada pada masa kini hendaknya mencontoh organisasinya nabi Muhammad SAW tempo dulu.

Organisasi Islam yg dipimpin oleh rasulullah SAW bergerak di bidang2 :

·        Dakwah
Pada mulanya urusan dakwah ditangani sendiri oleh rasulullah SAW, terutama pada periode dakwah sirr di makkah. Pada masa itu rasulullah SAW mengadakan majelis taklim secara rutin di Darul Arkam (rumah Arkam) dengan rasulullah SAW sendiri sebagai pengajarnya. Banyak alumni dari Darul Arkam ini yang kemudian diangkat menjadi Da’i. Selanjutnya seiring dengan perkembangan jumlah kaum muslimin & tersebarnya agama Islam ke daerah2 lain maka urusan dakwah tsb didelegasikan kpd para Da’i yg diangkat & telah dikader sebelumnya oleh rasulullah SAW, misalnya Mush’ab bin Umair yg dikirim untuk berdakwah ke madinah, Muadz bin Jabal yang diangkat sbg imam di masjidil haram di makkah (pasca penaklukkan makkah) & sejumlah Da’i yang dikirim ke wilayah utara & selatan semenanjung arab, dll.

·        Pertahanan / militer
Organisasi Islam pada masa rasulullah SAW juga memiliki Angkatan Bersenjata. Tetapi Angkatan Bersenjata pada masa itu bukanlah tentara professional melainkan tentara wajib militer & hanya merupakan organisasi paramiliter. Angkatan Bersenjata Islam dimana rasulullah SAW sebagai panglima tertingginya memiliki 3 jenis unit militer, yaitu : Ghazwah, Sariyyah & Al Khamis. Pasukan Ghazwah adalah pasukan kecil yg dipimpin langsung oleh rasulullah SAW, misalnya pasukan Islam pada perang Badar & Uhud. Pasukan Sariyyah adalah pasukan Islam yg tidak dipimpin langsung oleh rasulullah SAW tetapi dipimpin oleh komandan pasukan yg diangkat oleh rasulullah SAW. Pada umumnya pasukan Sariyyah memiliki misi khusus spt patroli, intelejen & penyergapan. Pasukan Islam yg menyerupai pasukan Legiun (pasukan romawi berkekuatan besar yg dibagi mjd beberapa divisi) adalah pasukan Al Khamis, yaitu pasukan yg terdiri dari 5 divisi (Al Khamis artinya lima dalam bhs arab). Pasukan Al Khamis dibagi mjd 5 bagian, yaitu : pasukan depan, pasukan sayap kanan, pasukan sayap kiri, pasukan induk & pasukan belakang.

·        Pendidikan
Pada masa rasulullah SAW, kegiatan pendidikan belum memiliki bangunan sekolah secara khusus melainkan masih berupa majelis2 taklim yg diselenggarakan di masjid2 atau rumah2 penduduk.

·        Sosial
Melalui lembaga Baitul Mal (Badan Amil Zakat, Infaq & Sedekah), organisasi Islam pada masa rasulullah SAW menafkahi kaum dhuafa, spt : anak2 yatim / piatu, janda2, orang2 cacat & fakir miskin lainnya.

·        Politik
Organisasi Islam yg dipimpin oleh rasulullah SAW baru memasuki lapangan politik sejak tinggalnya beliau di kota Madinah (sebelumnya bernama Yatsrib). Pada waktu itu, rasulullah SAW bersama kelompoknya (kaum muslimin) menegakkan kekuasaan di Madinah & memperluas kekuasaan itu ke wilayah2 lain di luar Madinah. Pada saat meninggalnya rasulullah SAW, kekuasaan Islam telah mencakup hampir seluas semenanjung arab & diperluas lagi oleh para khalifah pengganti beliau. Di kota mana saja yang berada dibawah kekuasaan Islam maka di kota bersangkutan akan diangkat Gubernur sebagai pemimpin pemerintahan lokal & Imam Masjid sebagai pemimpin agama (dakwah) lokal. Contohnya, pasca penaklukkan Makkah, rasulullah SAW mengangkat Attab bin Usaid sebagai Gubernur Makkah & Muadz bin Jabal sebagai Imam di Masjidil Haram. Keduanya digaji 1 dirham per hari atau 30 dirham per bulan.

·        Kesehatan
Pada masa rasulullah SAW belum ada rumah sakit dalam bentuk bangunan yang permanen, tetapi pada masa itu sudah ada pelayanan di bidang kesehatan yaitu berupa pengobatan, perawatan & pemulihan terutama bagi orang2 sakit & terluka akibat perang dengan mengadakan rumah sakit-rumah sakit tenda.
Departemen Kesehatan yang sesungguhnya baru ada ketika kepemimpinan muslimin (khilafah) dipegang oleh bani Abbasiyah.

·        Dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar